LATAR BELAKANG DIDIRIKANNYA LABORATORIUM PENGUJIAN OBATHEWAN.

South East view of BPMSOH-VDAL, 1985

South East view of BPMSOH-VDAL, 1985

PENTINGNYA SUATU OBAT HEWAN“YANG BERMUTU”
Obat Hewan mempunyai peranan penting dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan. Ketersediaan Obat Hewan dengan kualitas yang baik mempunayi peranan yang penting bagi industri peternakan dalam upaya menjamin produktivitas yang tinggi. Terdapat suatu permintaan pada orang-orang yang terlibat di dalam industri peternakan akan keberadaan suatu institusi yang bertugas mengawasi mutu obat hewan demi perkembangan lebih lanjut dari industri peternakan.

Berdasarkan hal diatas Pemerintah Indonesia melihat pentingnya suatu pengawasan mutu obat hewan di dalam negeri dan untuk itu diajukanlah suatu perencanaan bagi pembangunan sebuah Laboratorium Pengujian Mutu Obat Hewan dibawah suatu proyek dengan kode ATA-297 (Agriculture Technical Assistance-297) yang merupakan suatu respon positif dari Pemerintah Jepang yang kemudian pada bulan November 1982 membentuk suatu missi penghubung yang berkaitan dengan pengawasan obat hewan untuk melakukan suatu penelaahan akan perlunya pembangunan sebuah Laboratorium Pengujian Obat Hewan di Indonesia yang kemudian bernama Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH).

DrSudjasmiran,DrTeken,DrOgata,DrSriDadi,6Maret1991

DrSudjasmiran,DrTeken,DrOgata,DrSriDadi,6Maret1991

Beberapa nama yang perlu dicatat bagi berdirinya BPMSOH antara lain Dr. IGN. Teken Temaja, saat itu menjabat sebagai Direktur Kesehatan Hewan, adalah tokoh penting bagi pembangun dunia Kesehatan Hewan di Indonesia yang telah berhasil membangun 7 laboratorium Balai Penyidikan Penyakit Hewan (BPPH) di Medan-Sumatra Utara, Bukit Tinggi-Sumatra Barat, Tanjung Karang-Lampung, Wates-Yogyakarta, Denpasar-Bali, Banjar Baru-Kalimantan Selatan dan Maros-Sulawesi Selatan. Beliau dibantu oleh sejajaran TIM SUKSES nya Dr. Tjiptarjo SE, Dr. Artowo Sastrosemito, Dr. Masri Hanafi, Dr. Sukobagyo, Dr. Sofyan Sudarjat, Dr. Panji Satria, sementara Dr. Rusmar Abbas dari BPPH Maros dan Dr. Alit Eka Putra dari BPPH Bali dipersiapkan mendapat pelatihan di Jepang dan Dr. Mastur AR Nur mendapat pelatihan di Perancis , sedangkan dari fihak Jepang orang-orang yang mempunyai arti penting dalam pembangunan BPMSOH antara lain Dr. Muneo Ogata, Dr. Shozo Tanaka, Dr. Setsuo Hokonohara,Dr. Ikuo Koike, Mr. Kazuo Sudo.(namayang lain menyusul setelah dapat datanya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: